Jelajah
IMG-LOGO
UMKM

Menggali Potensi UMKM Desa Dawung: Dari Melon hingga Tauge, Ekonomi Warga Tumbuh dari Setiap Dusun

Create By Mohammat irfan 11 August 2026 5 Views
IMG

Dawung, Tegalrejo, Magelang — Potensi ekonomi masyarakat Desa Dawung tidak hanya terlihat dari sektor pertanian dan kegiatan pemerintahan desa. Di tengah kehidupan masyarakat, terdapat berbagai usaha mikro yang tumbuh dan berkembang dari lingkungan masing-masing dusun. Beragam produk pangan yang dihasilkan warga menjadi bagian dari potensi ekonomi lokal yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan, sejumlah produk UMKM tersebar di beberapa dusun di Desa Dawung. Produk tersebut memiliki karakter yang beragam, mulai dari olahan buah dan makanan ringan hingga bahan pangan yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

 

Desa Dawung sendiri terdiri atas delapan dusun, yaitu Dawung, Jetis, Dompelan, Peten, Koripan, Tarukan, Nglarangan, dan Derso.

Beragam Produk dari Setiap Dusun 

Salah satu potensi menarik yang terdapat di Dusun Derso adalah budidaya melon. Selain menghasilkan komoditas pertanian, keberadaan kebun melon juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pengalaman wisata berbasis pertanian melalui konsep petik melon langsung dari kebun.

 

Konsep tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat maupun pengunjung untuk datang langsung ke kebun, melihat proses budidaya melon, sekaligus memilih dan memetik buah secara langsung. Aktivitas ini tidak hanya menawarkan produk pertanian, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari luar Desa Dawung.

Sementara itu, Dusun Jetis memiliki UMKM dengan produk olahan pisang. Pisang merupakan salah satu bahan pangan yang mudah dijumpai dan memiliki banyak kemungkinan untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Kehadiran usaha olahan pisang menunjukkan bagaimana bahan pangan sederhana dapat menjadi peluang usaha ketika diolah dan dipasarkan dengan baik.

Di Dusun Tarukan, terdapat UMKM yang memproduksi peyek labu. Produk tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi makanan ringan yang memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas.

Potensi makanan ringan juga terlihat di Dusun Koripan. Berdasarkan pendataan, terdapat beberapa produk UMKM, yaitu rempeyek kacang, semprong, dan antari. Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat dusun tidak hanya bertumpu pada satu jenis usaha, tetapi memiliki variasi produk yang dapat menjadi identitas kuliner lokal Desa Dawung.

Sementara itu, Dusun Dompelan memiliki produk grubi, salah satu jenis makanan tradisional berbahan dasar yang dapat diolah menjadi makanan ringan. Produk seperti ini memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan kuliner khas masyarakat desa.

Di Dusun Dawung, terdapat UMKM yang memproduksi tahu. Sebagai bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, tahu memiliki pasar yang luas sekaligus peluang untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas, pengemasan, maupun pemasaran.

Adapun di Dusun Nglarangan, terdapat UMKM dengan produk tauge. Produk tersebut menjadi bagian dari usaha pangan masyarakat yang memasok salah satu bahan makanan yang banyak digunakan dalam berbagai hidangan sehari-hari.

Potensi yang Perlu Terus Dikembangkan 

Keberadaan UMKM di berbagai dusun bukan sekadar aktivitas ekonomi perorangan. Jika dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan, keberagaman produk tersebut dapat menjadi bagian dari identitas ekonomi Desa Dawung.

Pengembangan dapat dilakukan secara bertahap, misalnya melalui pendataan UMKM yang lebih lengkap, peningkatan kualitas dan kemasan produk, pembuatan identitas merek, pemasaran digital, hingga perluasan jaringan pemasaran. Legalitas usaha dan pendampingan juga dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM agar produk lokal semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Pada akhirnya, potensi UMKM Desa Dawung menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat tumbuh dari dapur rumah, hasil kebun, keterampilan mengolah pangan, dan kreativitas warga di setiap dusun.

Dari melon di Derso, olahan pisang di Jetis, peyek labu di Tarukan, aneka makanan ringan di Koripan, grubi di Dompelan, tahu di Dawung, hingga tauge di Nglarangan, setiap produk menyimpan cerita dan peluangnya masing-masing.

 

UMKM bukan sekadar usaha untuk menghasilkan pendapatan, tetapi juga bagian dari potensi desa yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

96,8 FM Radio Gemilang

Konten Populer - UMKM